Review Film Gie

No view

Directed by Riri Riza. With Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Nawilis, Christian Audi. Soe Hok Gie is an activist who lived in the sixties. Set in the darkest era of Indonesian modern history, "Gie" is an interpretation of what happened based on his journal..Rotten Tomatoes, home of the Tomatometer, is the most trusted measurement of quality for Movies TV. The definitive site for Reviews, Trailers, Showtimes, and Tickets.Thoughts on " Review Film GIE " LAENELSON says January , am Nice article mau koreksi dikit, film Gie itu diproduksi oleh Miles Film. Like Like. Reply. deboradarmawan says August , am.Entah kenapa saya selalu merasa ketinggalan zaman kalau menyangkut film. Begitu juga dengan film ini Sudah turun layar selama tahun, tapi saya baru mulai nonton ! . Gie adalah sebuah film dokumenter tahun , yang mengangkat kisah tentang kehidupan sosok Soe Hok Gie seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang begitu mendambakan keadilan.Gie kept a diary of his thoughts and opinions, which forms the backbone of this film. He was a voracious reader, and was especially attracted to the existentialist thinking of Albert Camus. He was also a prodigious and articulate writer, penning countless critiques of the government, both as a student and later as a lecturer at the prestigious University of Indonesia..Film ini berkisah tentang seorang demonstran yang segala pemikiran, pendapat, dan gugatan yang gencar ia lancarkan berpengaruh bagi orang orang di sekitarnya, terutama bagi bangsa Indonesia yang pada saat itu dilanda krisis dan berbagai masalah yang berkecamuk di mana mana.Pemuda bernama lengkap Soe Hok Gie ini adalah seorang yang berpendirian kuat, pendiam tapi kritis, tidak mudah terpengaruh .

Film "Gie" diadopsi dari kisah hidup Soe Hok Gie yang tertuang dalam buku catatan hariannya yang belakangan dibukukan menjadi "Catatan .Setelah menonton film SOEKARNO saya lanjut dengan mengenyelesaikan film berjudul "GIE" , ya itu adalah film biografi lagi yang bercerita .Set in the darkest era of Indonesian modern history, "Gie" is an interpretation of what happened A film delivery man promises a beautiful young woman to deliver a film reel on time to a movie theater. people found this review helpful..

  • Image Result For Review Film Gie
  • Image Result For Review Film Gie
Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

Image Result For Review Film Gie

thoughts on " Review Film GIE " LAENELSON says January , am Nice article mau koreksi dikit, film Gie itu diproduksi oleh Miles Film. Like Like. Reply. deboradarmawan says August , am. Directed by Riri Riza. With Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Nawilis, Christian Audi. Soe Hok Gie is an activist who lived in the sixties. Set in the darkest era of Indonesian modern history, "Gie" is an interpretation of what happened based on his journal..Film ini berkisah tentang seorang demonstran yang segala pemikiran, pendapat, dan gugatan yang gencar ia lancarkan berpengaruh bagi orang orang di sekitarnya, terutama bagi bangsa Indonesia yang pada saat itu dilanda krisis dan berbagai masalah yang berkecamuk di mana mana.Pemuda bernama lengkap Soe Hok Gie ini adalah seorang yang berpendirian kuat, pendiam tapi kritis, tidak mudah .Entah kenapa saya selalu merasa ketinggalan zaman kalau menyangkut film. Begitu juga dengan film ini Sudah turun layar selama tahun, tapi saya baru mulai nonton ! . Gie adalah sebuah film dokumenter tahun , yang mengangkat kisah tentang kehidupan sosok Soe Hok Gie seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang begitu mendambakan keadilan.Rotten Tomatoes, home of the Tomatometer, is the most trusted measurement of quality for Movies TV. The definitive site for Reviews, Trailers, Showtimes, and Tickets.Gie kept a diary of his thoughts and opinions, which forms the backbone of this film. He was a voracious reader, and was especially attracted to the existentialist thinking of Albert Camus. He was also a prodigious and articulate writer, penning countless critiques of the government, both as a student and later as a lecturer at the prestigious University of Indonesia..