Industri Kreatif Dalam Menghadapi Psbb Untuk Atasi Covid-19 (1)

63 views

Saat ini Indonesia mulai memasuki masa kebijakan baru sebagai salah satu solusi untuk menurunkan perkara penambahan masalah Covid-19, yakni memasuki periode perpanjangan masa inkubasi virus corona ialah 14 hari atau lebih dikenal dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan ini tentunya dengan tujuan yang baik, namun ada beberapa komponen dalam industri kreatif yang mau tak mau merasakan eksklusif maupun tak pribadi kebijakan ini.

Bagaimanakah kiranya  para komponen industri kreatif ini bersikap dalam menghadapi hal ini? Berikut adalah hasil korespondensi dengan beberapa komponen tersebut :

1.Pihak Penyelenggara Bioskop 

CGV selaku salah satu bioskop komersial telah memberikan dalam siaran persnya bahwa telah memperpanjang era penutupan sementara bioskopnya di seluruh Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan.

Dian Sunardi Munaf

twitter.com

 

Direktur CGV, Dian Sunardi Munaf menyampaikan , ‘Total seluruhnya ada 68 bioskop, 397 layar yang tersebar di 33 kota dan 15 provinsi di Indonesia yang kami tutup sementara. Perseroan berkomitmen untuk selalu menyediakan lingkungan bioskop yang kondusif, nyaman dan sehat untuk para staf dan juga pengunjung CGV. Keselamatan dan kesehatan mereka yaitu prioritas utama di dikala kurun kritis ini berlangsung.

 

Namun tentunya ada acara-aktivitas pula untuk membangkitkan minat masyarakat kembali akan industri film, terkait abad PSBB ini, antara lain melalui platform digital media sosial CGV.

 

reinaldo-herulianto-

Marketing Communication Manager CGV , Reinaldo Herulianto menambahkan , ” Kaprikornus secara Content yang kita delivered sejauh ini, kita posisikan brand CGV menggunakan Sub-Brand CGV Kreasi ialah sebagai Media, yang salah satunya secara Online. CGV Kepo adalah salah satu program yang averagenya 1 kali perhari, biasanya live sore hari sekitar 15.00-18.00. Untuk media utama dikala ini yakni YouTube, yang akan feed juga ke CGV App/Web, dan platform Social Media lainnya ialah tools & boost.

 

Berdasarkan pantauan,  program CGV Kepo telah berlangsung semenjak tanggal 31 Maret 2020 , diawali oleh sineas Joko Anwar dan telah berlanjut dengan menampilkan Ari Irham , Gamaliel, Najwa Shihab, Jefri Nichol, Adityalogy, Dian Sastrowardoyo, Arbani Yasiz sampai untuk hari ini tanggal 8 April 2020 menampilkan Gading Marten.

 

Adapun untuk konten CGV-Kreasi pada sosial media YouTube , telah menampilkan Top 5 Film dengan tema-tema tertentu yang dikemas unik antara lain sebagai berikut:

 

Hal senada juga dilakukan oleh Kineforum , yang merupakan bioskop non komersial program Komite Dewan Kesenian Jakarta. Ruang bioskop mini yang berdiri sejak tahun 2006 ini, juga menghadapi hal yang sama , memperpanjang kurun penutupannya , walaupun di tengah banyaknya pertanyaan – pertanyaan penonton yang antusias dan mengharapkan supaya tetap dibuka.

Harry Hariawan Kineforum

Asisten Koordinator Program Kineforum , Harry Hariawan memberikan bahwa dampak yang dirasakan selama masa penutupan sementara ini , terasa sekali terkait dengan program-program yang telah dibuat.

Tanggal 6 Maret sampai dengan tanggal 29 Maret 2020, seharusnya ada acara Bulan Film Nasional , guna memperingati bulan Film Indonesia. Program ini gres berjalan kira-kira 7 atau 8 hari, namun tiba-tiba ditunda hingga waktu yang belum ditentukan karena adanya wabah Covid.

View this post on Instagram

Sahabat kineforum,⁣ ⁣⁣ ⁣Manusia berencana, alam (atau, ya, Tuhan) memilih, dan… virus mengerjakan ketentuannya. ⁣ ⁣⁣ ⁣Sehubungan dengan berbagai perkembangan mengenai situasi yang menyangkut kesehatan dan keselamatan umum, dengan berat hati kineforum menunda jalannya program Bulan Film Nasional 2020 mulai pekan ini sampai waktu yang belum dapat ditentukan.⁣ ⁣⁣ ⁣Bagi sahabat-teman, tetap jaga kesehatan masing-masing. Pandemi kali ini sungguh menantang sekaligus menuntut kepedulian kita untuk menentukan. Konon secara umum dikuasai akan bertahan dan pulih, atau bahkan tidak memperlihatkan tanda-tanda sakit, namun apakah bersedia menjadi penular bagi mereka yang lemah, yang akan menjadi korban? Kami percaya teman-sobat tahu apa yang terbaik.⁣ ⁣⁣ ⁣Kita niscaya akan bertemu kembali jika keadaan telah mereda. Badai niscaya berlalu, dan semoga keinginan itu bukan sekadar impian di demam isu kemarau.⁣ ⁣⁣ ⁣Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected] ⁣ ⁣⁣ ⁣Salam kompak dalam kesetiakawanan sosial, dan stay safe everyone.

A post shared by kineforum (@kineforum) on

Kineforum sempat merasa kecewa pula alasannya program yang telah dijadwalkan akan berjalan setiap minggu selama sebulan penuh harus berhenti. Namun kemudian ditemukan solusinya ialah dengan cara menciptakan program “ngobrol-ngobrol” , yang lalu dilakukan melalui live instagram akun @kineforum . Program ini lebih kearah diskusi bersama antara para pembuat film (filmmaker) ,pengamat film, maupun mitra-kawan sesama pegiat pemutaran alternatif lainnya.

Berdasarkan pemantauan, acara yang dipandu oleh Ifan Ismail , yang juga merupakan Koordinator Program Kineforum ini, telah dimulai sejak tanggal 30 Maret 2020 diawali dengan dialog santai bersama kritikus film  Eric Sasono dan telah berlanjut dengan nara sumber Alexander Matius (Kinosaurus), Ekky Imanjaya , Dirmawan Hatta sampai untuk hari ini tanggal 8 April 2020 akan ada diskusi bersama Gina S. Noer dan Salman Aristo

View this post on Instagram

Film lawas? Mungkin reaksinya, “Dih jadul amat. Ngapain juga nonton masih cupu begitu?” Atau paling banter, “Seru sih. Lucu. Tapi sekarang kan udah beda ya. Nggak gitu lagi.” ⁣ ⁣⁣ ⁣Justru, kata Gina S. Noer dan Salman Aristo —yang kebetulan salah satu, eh, salah dua filmmaker paling kekinian saat ini— film lawas mampu jadi khazanah yang seru buat mencar ilmu lagi bikin film. Ya ceritanya, ya penulisan, ya gaya filmnya, semua mampu. Dan ya, bukan kebetulan juga kami di kineforum sudah usang menggemari dan memutarkan film-film lawas Indonesia. Kami juga percaya bahwa masa kemudian selalu aktual.⁣ ⁣⁣ ⁣Bagaimana bisa begitu? Mari kita berbincang film #dirumahaja di IG Live kineforum bersama @ifan.a.ismail (Koordinator Program kineforum) dan @ginasnoer (penulis skenario, sutradara), @salmanaristo (penulis skenario, sutradara). Rabu, 8 April 2020, pukul 19.00 WIB.⁣ ⁣⁣ ⁣#kineforum #bincangfilm #dirumahaja

A post shared by kineforum (@kineforum) on

 

Terkait dengan langkah-langkah yang dipersiapkan untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran pengunjung penonton , sesudah masa PSBB ini berakhir , dari pihak CGV sendiri telah melaksanakan langkah-langkah pencegahan selama era penutupan sementara adalah:

1. Dengan melaksanakan prosedur penyemprotan disinfektan di Auditorium, dan juga ruangan-ruangan lainnya;

2. Meningkatkan standard kebersihan bioskop;

3. Terus menerus melaksanakan edukasi para staff mengenai Covid-19

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa aktivitas operasional bioskop akan dilanjutkan kembali jikalau situasi dan kondisinya telah aman dan kondunsif seta sesuai rekomendasi dari pemerintah.

Penekanan akan social distancing seat configuration atau penataan daerah duduk, akan menjadi prioritas utama pula di awal-awal pembukaan bioskop, semoga pengunjung bioskop mampu tetap menjaga jarak antara satu dengan lainnya. Pihak CGV mengharapkan pula agar pemerintah bisa segera menuntaskan problem Covid-19 di Indonesia secara cepat dan menyeluruh agar perekonomian Indonesia mampu kembali kasar.

Hal ini sejalan pula akan dilakukan oleh Kineforum, yang nantinya akan memutuskan aturan penonton yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus, terlebih-lebih melihat tingginya antusiasme penonton , dan hukum yang lebih ketat ini akan berlangsung sampai kondisi 100% pulih mirip sebelumnya. Semua ini ialah demi keselamatan penonton.

Menanggapi hal tersebut diatas, beberapa pengunjung bioskop menyatakan pula rasa kangen mereka,  ingin kembali merasakan lagi menonton di bioskop dan merasa kondusif dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara bioskop selama ini.

(cinemags/NutyLaraswaty)

(bersambung)

 

Tags: #Featured #Komunitas #Movie Articles #Trending #User News